Aku bosan. Sepi, sendiri, aku ragu. Menunggumu dengan penantian tiada berujung seperti ini.
Kepada cinta, kau kemana?
Kenapa kau tak hadir juga dalam hidupku?
Aku hampir bosan mencarimu..
Kepada Yth.
CINTA
dimanapun kamu berada
Kepada CINTA,
aku tak paham arti dari untaian hurufmu.
Semua kerelaan yang dikorbankan setiap anak manusia demimu membuatku semakin bertanya seperti apa kamu.
Aku hampir putus asa mencarimu, CINTA.
Telah kulongohkan kepala ke bawah kolong ranjang hingga alas kaki untuk mencari keberadaanmu - tapi tak kutemukan.
Aku hampir bosan mencarimu, CINTA.
Ketika manusia lain hidup dalam khayalan mereka bersamamu, aku harus menghadapi realita bahwa kau sedang tak menginginkanku.
Ketika manusia lain dengan lancarnya menggoreskan pena pada secarik kertas dan mengiangkan puisi kemesraan tentangmu, aku haru menerima kenyataan bahwa penaku bernafas pun tidak.
Barisan pepohonan di teras belakang rumahku?? Kurasa mereka telah bosan dengan seribu satu ocehan tak bermutu yang kukeluhkan tiap sore di ayunan kayu lapuk yang bergelantungan di dahan.
Disaat manusia lain begitu mudahnya menemukanmu,
aku bahkan harus rela bersabar terus mencari dimana kamu, cinta. Aku harus kemana, cinta?? Bertahun-tahun kau kucari, tapi tak kutemukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar