Sabtu, 06 Juli 2013

Kekuatan Cinta!


Wahai duka, aku tak lagi memerlukan kehadiranmu di sudut hatiku.
Aku telah memecatmu dari pekerjaanmu semula sebagai pembuat produksi derai air mata.
Aku telah memutuskan untuk menghadapi sang pembuat masalah dengan diriku sendiri. 
Mengapa? Karena aku akan rapuh jika berteman denganmu. 
Sendu akan selalu setia menemaniku, karenamu.
Hari-hariku akan penuh dengan air muka kesedihan dan lara.

Aku tiada pernah memintamu hadir dan menemani sisi gelapku.
Tapi tiba-tiba kau sudah datang saja dan membawa bencana.
Ya! Kau adalah pembawa bencana dalam aliran masaku.
Kau adalah teman sang penyakit hati yang tak lain adalah si pemikir buruk sangka dan ego.

Aku tak inginkan duka.. Maka aku harus cari bahagia.
Dengan apa?
Dengan memberikan cinta.
Pada siapa?
Pada engkau.. Bunda.

Aku bahkan memilih untuk lari dan menjauh darimu. Membiarkan segala masa kelam tetap berada disitu tanpa berusaha kusapu.

Kepalaku melebihi kerasnya batu yang selalu menjaga kerasnya untuk tak memohon maaf padamu.

Bersimpuh aku bersimpuh. Padamu Tuhanku. 
Ampuni aku.

Aku sudah menandatangani kontrak seumur hidup dengan nyawaku sebagai taruhannya pada Sang Kuasa untuk terus mencintaimu, agar kau pun tetap mencintaiku.

Tidak ada komentar: