Lama kita tak bercengkrama dan bersua.
Aku tahu hari-harimu masih dirundung duka.
Sedangkan aku hanya mempermainkan hatimu saja.
Kau bertemankan duka nestapa.
Sedangkan aku sibuk bermain cinta.
Kau selalu belajar menata sabar.
Sedangkan aku selalu kesal.
Wahai cinta yang penuh dengan rasa sakit... Maafkan aku karena telah menendangmu dari rumah yang selama ini kau tempati.
Ini adalah akhir dari aku dan kau yang tak akan pernah menjadi kita.
Wahai cinta pemilik duka... Selamat tinggal. Bawa pergi segala rasamu.
Aku tak ingin ingat kau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar