Ibu,
Ibu,
Ibu.
Siapa orang pertama yang akan bahagia jika kau bahagia?
Siapa orang pertama yang terluka jika kau dilukai?
Siapa orang pertama yang tertawa walaupun candaanmu tak lucu?
Perasaan siapa yang pertama kali merasa paling tersiksa jika hidupmu terpuruk?
Dan, siapa orang pertama yang menangis jika kau tak bahagia?
Dia adalah ibu, ibu, ibu dan ibu.
Catatlah.
Dia adalah orang yang selalu ada disaat kau jatuh dan terluka.
Pelukannya selalu ada setiap kali kau butuhkan.
Nasihatnya selalu tak pernah bosan didendangkannya walau kau bengal.
Doanya selalu tersirat untukmu.
Hatinya akan selalu terpaut padamu.
Tetesan keringat yang dikeluarkannya setiap hari tak lain hanyalah untuk menyambung pendidikanmu.
Setiap malam ia tidur lebih larut darimu.
Setiap hari ia hanya memikirkan bagaimana cara agar perutmu terus terisi.
Ia tak ingin dipuji maupun dibalas kasih.
"Kecewa" dan "menyesal" adalah 2 kata yang terpaut satu sama lain.
"Kau tetaplah anakku walau sikapmu telah berubah terhadapku dan membuatku kecewa." Isi hati seorang ibu. "Hal paling bahagia bagiku adalah melahirkanmu, walau suatu saat, hal yang paling kusesali juga adalah karena melahirkanmu."
Dan apa yang telah kita lakukan?
Setiap nasihatnya tak pernah didengar.
Setiap amarahnya selalu diacuhkan.
Setiap perintahnya selalu diabaikan.
Setiap pembicaraan selalu kita akhiri lebih dulu dan tak pernah ingin berlama2 menghabiskan waktu.
Yang pada akhirnya...
"Aku menyesal telah mengabaikanmu, membentakmu, memusuhimu dan memarahimu, dulu."
"Aku menyesal tak pernah menyetujui pendapatmu, membiarkan kau bangun lebih dulu dan tidur lebih larut dariku, dulu."
"Aku menyesal membekukan hatiku untuk tak mengatakan aku rindu, ibu, dulu."
"Aku menyesal karena tak pernah mau mencium dan memelukmu, dulu."
"Aku menyesal karena tak sempat membalas budimu, ibu."
Itukah yang kita ingin???