Sabtu, 23 November 2013

Akhir Pelangi (part 2)

Hari ini aku telah berada di ujung jalan yang dulu sempat kulalui.
Rumah hati yang ingin kusinggahi waktu itu telah berubah menjadi rumah kosong berpenghuni ilusi dengan aura gelap lagi pekat.
Aku bahkan tak ingin menginjakkan kaki lagi pada halamannya.

Kau tahu... Aku benci mengatakan ini... Tapi aku salah.
Tak ada satu pun tujuan hidupku di belakang sini.
Rumah hati yang dulu ingin kusinggahi telah penuh dengan fatamorgana.
Tak ada satu pun kamar kosong di tempat itu yang siap kuhuni.

Aku melihatmu duduk termenung di kursi malas beranda depan rumahmu.
"Mengapa jadi begini?" Tanyaku bingung.
Engkau menghembuskan nafas pelan sebelum menariknya kembali dengan satu tarikan nafas panjang. "Kau telah pergi meninggalkanku tanpa permisi!! Kau tahu apa yang selama ini telah kau perbuat??? Kau tahu betapa sakitnya menjadi korban penjara patah hati yang kau ciptakan sendiri untukku!!!" Tanyamu geram.
"Aku....."
"Kau memenjarakanku di dalamnya lebih dari 3000 hari tanpa berusaha untuk menjengukku demi membukakan kunci!! Dan kini kau ingin kembali???"
"Aku....."
"Pergi dan jangan kembali!!!!" Serumu sembari menunjuk satu jalan setapak kecil sunyi.
"Tapi aku ing...."
"Pergi!!! Aku tak ingin mengingatmu lagi!!!" Serumu sekali lagi.

Aku berbalik arah dan berjalan kembali ke belakang, mengejarmu yang beberapa saat lalu kutinggalkan.
Lalu, sedetik kemudian aku menyadari bahwa jalan yang tadi kutapaki tak lagi terlihat.
Jurang besar telah menganga tepat beberapa senti di depanku. 
Hingga aku tersadar bahwa kau telah pergi dan tak dapat ku gapai lagi.

Rumah ilusi tadi??? 
Ia lenyap bersama sayatan kepedihan yang selama ini terus menyelimutinya. 
Sisanya, hanya tanah kosong dengan rumput liar setinggi dada yang tak berpenghuni.

Dan, disinilah aku berada.
Membangun jembatan dari sisa potongan sesal.

Selasa, 12 November 2013

Pada Akhirnya...

Sepi dan sendiri adalah 2 kata yang bertautan 1 sama lain.

Siapa yang menginginkan sendiri?? Dan sepi???

Pada akhirnya, kita adalah kesendirian di dalam hidup kita sendiri.
Orang2 yang kau temui..
Orang2 yang pernah singgah dan hadir di dalam hidupmu, satu per satu akan mulai pergi.
Jiwa mereka akan berhembus ke alam lain lagi.

Pernahkah kau mengalami saat2 seseorang yang paling kau sayang mengalami sakaratul maut di depan matamu dan kau tak bisa berbuat apa2 untuk menyelamatkan mereka atau sekedar memohon jangan pergi??

Tubuh dan fikiranmu akan mendadak kacau karena kau akan dihadapkan dengan kesendirian sebab kepergiannya.

Pada akhirnya, satu per satu dari kita semua akan mengalami kesendirian dan kekosongan.

Saat anak2 kita telah beranjak dewasa dan mulai membenahi keluarga kecil mereka sendiri sedangkan belahan jiwamu telah pergi mendahuluimu..

Dimana tempatmu merebahkan bahu?
Dimana tempatmu mengeluh?
Pada pundak mana kamu akan menangis karena letih akan sendiri?
Dan siapa lagi yang akan memberikan semangat untuk terus berjuang melewati masa tua penuh kesakitan suatu saat nanti??

Pada akhirnya, apapun yang terjadi di dalam hidupmu akan terkubur bersama masa tanpa ada yang mengingatnya.
Tangis yang beberapa minggu sempat menghiasi nisanmu akan berganti tawa baru dan melupakanmu.

Pada akhirnya, kau akan menyadari bahwa apa yang terjadi di dalam hidupmu sendiri adalah rekayasa alam yang membawamu mengikuti arus kehidupan yang sebenarnya tak pernah kau pahami.

Pada akhirnya, semua harapan, keinginan, semangat, dan canda tawa akan mati.

Dan ikhlaslah jalan satu2nya untuk merelakan semua yang telah terjadi.

Minggu, 03 November 2013

The Name of Love

Di atas nama kamu yang mencintaiku, aku menyayangimu.

Aku tak akan pernah berhenti pada titik penantian.
Walau penat terasa mencekat.
Walau rindu slalu meresap.
Walau rintangan serasa begitu berat.
Walau hati kerap goyah.
Walau ego selalu utama.
Aku ingin mencintaimu tanpa jeda.
Yang akan selalu menjadi akhir pada pengharapan.

Aku telah memilihmu dengan segala resiko yg akan ku hadapi.
Walau rasa sering salah menyapa diri.
Walau terkadang ia keliru memperhitungkan luka yg bersiap menghujam nurani.
Dan walau sering tersesat memasuki rumah hati.

Karena rindu dan sepi adalah 2 kekasih yang tak bisa dilepas pergi. 
Seperti kamu yang tak ingin ku lelahi.

Secintanya aku pada beribu gugusan pulau di Indonesia, daratan pasti kurindui.
Maka itu, sejauh apapun aku berlari, pada akhirnya kau yang akan slalu kudapati, nanti.